Mengetahui Penyebab Ngompol

23 Mar 2011

Bingung nulis, akhirnya saya menemukan hal yang ingin saya share bersama pembaca blogdetik. dari hasi jalan-jalan di forum saya menemukan informasi yang sangat menarik dan mungkin banyak orang yang ingin tahu. artikel ini menjawab pertanyaan “mengapa terjadi ngompol?”

saya yakin semua sudah tahu kan arti kata ngompol, yaitu keluarnya air kencing tanpa disadari saat tidur di malam hari. Kebiasaan ini sering dipandang negatif oleh sebagian orang, padahal pada usia tertentu, ngompol masih dianggap normal.

Ngompol setidaknya diakibatkan oleh belum atau tidak berfungsinya dua mekanisme berikut :

1. Siklus hormon antidiuretik. Hormon ini berguna untuk menekan produksi air kencing. Biasanya mulai dilepaskan oleh tubuh menjelang senja, sehingga jumlah air kencing di malam hari berkurang.

2. Sensasi penuh kandung kencing. Sensasi ini cukup kuat sehingga mampu membangunkan anak saat tidur untuk kemudian kencing di kamar mandi atau WC.

Jika salah satu atau kedua mekanisme di atas berjalan dengan baik, anak tidak ngompol lagi. Pada kebanyakan anak, mekanisme tersebut baru mulai berkembang di usia 2 6 tahun.

Penyebab

Kebiasaan mengompol paling sering disebabkan oleh :

1. Terlambatnya perkembangan serabut saraf.

2. Genetik. Jika kedua orang tua bukan pengompol, kemungkinan anak menjadi pengompol hanya 15%. Jika salah satu orang tua diwaktu kecilnya punya kebiasaan ngompol, kemungkinan anaknya mengompol 44%. Jika kedua orang tua dulunya pengompol, anaknya berkesempatan untuk mengikuti jejak mereka dengan kemungkinan sebesar 77%. (hal ini menunjukan kebiasaan mengompol ada faktor genetik juga…)

Walaupun jarang, ngompol dapat juga disebabkan oleh :

1. Penyakit infeksi, misalnya infeksi saluran kemih.
2. Gangguan anatomi, seperti kandung kencing berukuran kecil.
3. Produksi hormon antidiuretik terganggu.
4. Masalah psikologis, misalnya kematian anggota keluarga, pelecahan seksual, atau kekerasan terhadap anak.
5. Konstipasi, yaitu tidak buang air besar berhari-hari.
6. ADHD, Attention Deficit Hyperactivity Disorder.

Normal

Di usia 1 2 tahun, kandung kencing mulai membesar dan anak mulai merasakan sensasi penuh pada kandung kencingnya. Di usia 2 3 tahun, anak mulai kering di siang hari. Di usia 4 5 tahun, anak mulai dapat mengontrol kencingnya seperti halnya orang dewasa, dan mulai tidak ngompol lagi. Sebagian besar anak wanita mulai betul-betul tidak ngompol di usia 6 tahun, sedangkan anak laki-laki di usia 7 tahun.

Pengobatan

Pengobatan ngompol biasanya tidak dilakukan sebelum usia anak 6 atau 7 tahun. Diharapkan di usia ini, ngompol sudah hilang dengan sendirinya.

Pilihan pengobatan bagi anak ngompol antara lain :

1. Terapi Motivasi, misalnya memberi hadiah bila anak tidak ngompol lagi.
2. Alarm Ngompol. Jika anak mulai ngompol, alarm yang dipasang di celana anak akan berbunyi/bergetar. Dengan demikian, anak segera terbangun dan menahan sisa kencingnya untuk dibuang di kamar mandi atau WC. (emang ada ya alarm ngompol, kalo udah pengen tar alarmnya dikencingin juga haa…)
3. Pemberian obat-obatan seperti desmopresin atau depresan trisiklik.

Selain itu, hendaknya anak dibiasakan kencing lebih dahulu, dan tidak minum menjelang tidur.


TAGS hidup sehat info sehat berita hangat anak


-

Author

Follow Me